Makaroni Panggang

Bahan:
250   gram makaroni bentul elbow (atau sesuai selera).
8       lembar daging asap, cincang kasar.
200   gram keju mozzarella, parut kasar.
400   gram tomat cincang.
150   gram bawang bombay, cincang.
2       siung bawang putih, memarkan.
2       sendok makan pasta tomat.
1       sendok makan minyak zaitun.
1       sendok makan daun parsley segar, cincang.
         Minyak zaitun untuk olesan.

Cara Membuat:
  1. Rebus makaroni hingga matang bersama 1 sendok makan minyak zaitun agar tidak saling melekat, tiriskan.
  2. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang bombay dan bawang puih hingga harum. Tambahkan daging asap dan masak sambil diaduk hingga daging asap kering.
  3. Masukkan tomat cincang dan pasta tomat, masak sambil sesekali diaduk hingga air berkurang. Masukkan daun parsley.
  4. Panaskan panggangan (grill) dan pinggan tahan panas yang sudah dilesi minyak zaitun. Masukkan pasta, campuran tomat dan keju mozzarella diatasnya. Tempatkan di bawah grill dan masak selama 5 menit hingga keju meleleh. Angkat dan sajikan hangat.                                                                (untuk 4 porsi)

Uh, Gatal!

Selama kehamilan, kulit  di daerah perut biasanya akan meregang dan gatal. Jangan digaruk! Menggaruk akan membuat perut lebih sensitif lagi. Dan pula hindari semua hal yang membuat kulit menjadi kering dengan
  1. Mandi air hangat tanpa terlalu lama.
  2. Menambahkan beberapa tetes minyak alami ke dalam air mandi.
  3. Mengolesi daerah perut dengan lotion khusus untuk menjaga kelembaban alami kulit. Simpan lotion dalam kulkas agar rasa dinginnya dapat mengatasi gatal lebih baik lagi.
  4. Jangan gunakan after sun lotion atau lotion lain yang mengandung alkohol karena membuat kulit jadi makin gatal.




Kata Pakar Ginekolog

Seperti apa alat kontrasepsi spermisida?? Apa kelebihan dan kekurangannya dibanding alat kontrasepsi lain?? (Pungki, Jakarta)

dr. Ichnandy Rachman, Sp OG:
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang cara kerjanya mematikan sprema sebelum masuk ke dalam rahim. Bentuknya bermacam-macam: gel, foam, tablet, krim dan sebagainya. Alat itu dipakai di vagina setiap kali hendak berhubungan badan. Dibandingkan alat kontrasepsi lainnya, spermisida lebih praktis. Namun kekurangannya, kegagalan spermisida cukup tinggi dan lebih efektif bila digunakan bersamaan dengan kondom atau diagfragma (alat kontrasepsi dari karet yang berbentuk mngkok ceper), digunakan untuk menutupi vagina sehingga sperma tidak dapat tembus ke rahim. Untuk memilih alat kontrasepsi yang paling tepat untuk Anda, lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Kata Pakar Dokter Anak

Adakah cara lain untuk menyembuhkan hernia pada anak selain operasi??

dr. Muzal Kadim, SpA:
Hernia disebabkan ada bagian dinding perut yang lebih lemah dibandingkan bagian dinding perut yang lain. Akibatnya sebagian dari isi rongga perut (antara lain usus dan jaringan lemak) bisa terdorong melalui tempat lemah tersebut lalu membentuk kantong dan meyembul keluar dinding perut.ia pada bayi terjadi karena bagian dinding perut yang lebih lemah itu sudah ada sejak lahir. Lalu, karena bayi banyak menagis menyebabkan tekanan rongga perut meningkat, isi rongga perut terdorong ke tempat lemah tersebut dan menimbulkan hernia. Semakin sering bayi menangis, batuk atau mengedan semakin besar hernianya.
Tidak ada cara lain yang efektif untuk mengatasi hernia selain operasi untuk memperkuat tempat lemah tersebut. Semakin cepat operasi semakin baik. Bila banyak bagian usus yang keluar melalui kantong hernia, maka bisa berisiko usus terjepit. Sementara menunggu operasi, usahakan bayi tidak banyak menangis.

10 FAKTA PERSALINAN

Bersiaplah menghadapi kejutan-kejutan

1.     Persalinan secara alami itu sakit
Anda yang sedang menunggu hari H persalinan, tentu sudah mempersiapkan mental jauh-jauh hari untuk menghadapi rasa sakit saat rahim mulai berkontraksi, selama proses persalinan berlangsung hingga sesudahnya. Selain itu, Anda mungkin juga sudah berlatih menghadapi rasa sakit dengan mengikuti kelas prenatal bersama pasangan, atau bahkan kelas hypnobirthing untuk mengurangi rasa sakit.
Faktanya Serileks apa pun Anda saat menjalani proses persalinan secara alami, rasa sakit itu tetap saja akan Anda rasakan. Yang berbeda adalah kadarnya, karena tergantung pada kemampuan Anda menyikapinya.
2.     Membawa bayi pulang ternyata repot
Ketika menginjakkan kaki pertama kali di rumah, sambil menggendong si kecil, Anda akan melihat bahwa kini segala sesuatunya dalam hidup Anda berubah total. Anda kini seorang ibu, pasangan Anda seorang ayah, dan anggota keluarga Anda bukan hanya dua melainkan tiga.
Faktanya Perubahan peran dan fungsi dalam hidup Anda awalnya cukup merepotkan. Namun, sejalan dengan waktu Anda akan terbiasa menjalani bahkan menikmati dan mensyukuri kehadiran si kecil dalam kehidupan Anda.
3.     Minggu-minggu pertama menjadi ‘mesin perah’ ASI
Selama minggu-minggu pertama di rumah, bayi Anda seperti tak pernah merasa kenyang. Hampir setiap saat bayi terbangun, dan Anda harus memberinya ASI. Bukan tidak mungkin Anda akan merasa seperti ‘mesin’ penghasil ASI dan menginginkan kembali kehidupan Anda yang lama, bebas dari tugas menjadi ‘mesin’ ASI.
Faktanya Selama 2-3 minggu pertama bayi memang akan selalu lapar sehingga Anda setiap kali harus siap menyusui. Setelah si kecil telah mampu menyesuaikan dengan jadwal rutinitas yang Anda tanamkan sejak dini, Anda akan dapat menikmati me time kembali.
4.     Rasa kesepian begitu menyiksa
Mengurus dan merawat bayi Anda di minggu-minggu pertama, mungkin akan memicu perasaan sepi dan terbebani. Apalagi Anda belum mengenal batul bayi Anda, dan masih dalam proses belajar ‘membaca’ bahasa tubuhnya. Dalam keadaan masih serba bingung menghadapi bayi Anda, pasangan Anda pun tidak dapat banyak membantu.
Faktanya Rasa kesepian dan merasa Anda sendiri yang dilimpahi tugas mengurus semua kebutuhan bayi, sering melanda ibu baru. Anda dapat mengatasinya antara lain dengan mengundang ke rumah sahabat-sahabat Anda yang sudah berpengalaman sebagai ibu untuk menemani sekaligus membantu Anda belajar mengurus bayi.
5.     Memberi ASI penuh tantangan
Anda berharap memberikan ASI Anda kepada si kecil sejak awal hingga masa ASI Eksklusif 6 bulan berjalan nyaman. Tunggu dulu! Penahkah Anda membayangkan puting payudara Anda pecah dan berdarah? Atau, payudara terasa sakit dan berat karena penuh ASI sementara Anda belum sempat menyusui?? Belum lagi, bila ada gangguan berupa saluran air susu tersumbat sehingga ASI sulit keluar.
Faktanya Berbagai gangguan untuk memberikan ASI kepada bayi dapat muncul setiap saat, sejak Anda memberikan ASI pertama kali. Semua rasa sakit dan keluhan tersebut harus Anda rasakan dan atasi sendiri. Minta bantuan dokter untuk mengatasi masalah menyusui yang Anda alami.
6.     Intuisi ibu tak muncul spontan
Secara alami intuisi atau naluri keibuan Anda akan tumbuh semakin kuat sejalan bertambahnya usia bayi Anda. Semakin lama, Anda menyadari kalau intuisi keibuan ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi semacam petunjuk bagi Anda dalam merawat si buah hati. Banyak ibu yang dapat mengetahui bila ada sesuatu yang salah pada anaknya. Misalnya, si ibu dapat membedakan bayinya rewel karena lapar atau sakit.
Faktanya Asah intuisi Anda melalui pengalaman dan kegiatan sehari-hari dalam mengurus dan merawat bayi Anda. Semakin sering Anda berinteraksi dengan si kecil, intuisi Anda semakin tajam. Kekuatan intuisi atau naluri seorang ibu, seringkali dapat menyelamatkan  nyawa bayinya sebab hubungan batin antara Anda dan bayi Anda sangat kuat. Banyak bukti, seorang ibu dapat mengetahui dengan tepat apa yang dirasakan bayinya.
7.     Pasangan tidak selalu dapat memahami
Sebagai ibu baru, Anda tidak akan mampu memahami semua urusan merawat bayi secara instan. Pemahaman terhadap anak tumbuh sejalan dengan waktu dan pengalaman Anda menjalani kehidupan sebagai ibu. Anda tak perlu bermimpi pasangan Anda memahami kebingungan Anda, karena Anda berdua sedang dalam proses belajarmenjadi orangtua.
Faktanya Anda dan pasangan sama-sama membutuhkan ruang dan waktu untuk menggali dan menemukan potensi diri untuk dapat menjalankan peran baru masing-masing sebagai bunda dan ayah.karena itu, tak perlu kesal dan saling menyalahkan, serta tak perlu segan mengatakan, “Tidak apa-apa, itu bukan salahmu...” kepada pasangan.

8.     Tubuh tak nyaman karena perubahan
Tubuh Anda sangat luar biasa. Rahim Anda yang semula hanya sebesar kepalan tangan, secara bertahap dapat membesar mengikuti ukuran tubuh bayi yang terus membesar. Sementara itu, sebagai persiapan untuk memberi makan bayi setelah lahir, secara otomatis kelenjar-kelenjarair susu di dalam kedua payudara ibu memproduksi air susu. Hebatnya lagi, kandungan air susu ibu akan berubah komposisi zatnya mengikuti kebutuhan tubuh bayi. Begitu pula volumenya.
Faktanya Proses perubahan bertahap luar biasa yang dilakukan tubuh Anda selama masa kehamilan, persalinan dan beberapa tahun sesudahnya akan menimbulkan sensasi yang membuat tubuh ibu terasa tidak nyaman. Namun, hikmah di balik ini semua ada perubahan peran sebagai ibu meningkatkan spiritualitas seorang wanita karena dia jadi pahaman sadar terhadap mukjizat yang dapat dilakukan tubuhnya, dan mengingatkannya terhadap Sang Pencipta.
9.     Dilanda depresi
Setelah si kecil lahir, Anda baru paham bila para ibu yang menggendong bayinya di ruang tunggu rumah sakit atau klinik seringkali menunjukkan wajah murung atau mimik khawatir. Bila Anda sekarang salah satu dari ibu-ibu tersebut, tak perlu memaksakan diri memasang wajah tegar seakan-akan semua baik-baik saja.
Faktanya Perasaan depresi karena merasa tidak mampu menjadi sosok ibu yang baik dan sempurna bagi bayi Anda terutama di saat bayi Anda jatuh sakit, merupakan hal wajar. Perasaan ini dipicu oleh gejolak hormon Anda yang belum sepenuhnya normal. Bila Anda mengalaminya, cobalah berusaha tetap tenang dan minta dukungan pasangan.
10.                                                                                                Kecewa tak jadi ibu idaman
Begitu seorang wanita jadi ibu, ada panggilan hati yang mendorong Anda menjadi sosok ibu yang sempurna bagi anaknya. Namun, kebanyakan ibu terlalu memaksakan diri untuk menjadi sosok ibu idaman sesuai yang dibayangkannya. Pada prakteknya, banyak ibu kemudian kecewa karena tidak berhasil mencapainya. Mereka selalu saja merasa ada yang kurang sempurna padanya dan apa yang sudah dicapainya sebagai ibu masih belum memuaskan hatinya.
Faktanya Ibu yang memaksakan diri menjadi ibu sempurna lupa bahwa dia manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan. Anda tak perlu menjadi super mom! Terimalah diri Anda apa adanya, dengan segala kekurangan maupun kelebihan. Anda cukup melakukan yang terbaik yang dapat Anda lakukan dan berikan kepada si kecil Anda tercinta. (Red:Ayahbunda, oleh Dewi Handajani)

KEHAMILAN & KELAHIRAN

KETUBAN…. Pecah Dini
Terjadi tiba-tiba tanpa gejala. Cepat cari bantuan!!

Bagaimana terjadinya??
Cairan ketuban keluar secara tiba-tiba dari liang vagina dalam jumlah banyak, tak dapat ditahan atau dihentikan. Cairan ketuban berwarna putih agak keruh, mirip air kelapa muda karena bercampur dengan lanugo atau rambut halus pada janin dan mengandung verniks caseosa, yaitu lemak pada kulit bayi.

Bahaya apa yang bisa ditimbulkannya??
Meski ketuban yang pecah tidak menimbulkan rasa sakit, pegal-pegal, mulas dan sebagainya. Tapi berisiko terjadinya komplikasi, seperti:
Ø  Infeksi kuman dari luar yang dapat berakibat fatal pada ibu dan janin..
Ø  Persalinan prematur atau kurang bulan.
Ø  Gangguan peredaran darah atau tali pusar yang bisa menyebabkan kondisi gawat janin dan kematian janin akibat tali pusar yang tertekan.
Ø  Oligohidramnion yaitu cairan ketuban kurang dari jumlah yang dibutuhkan.

Apa penyebabnya??
Belum pasti, tapi sebagian besar sampai 65% berkaitan dengan infeksi. Misalnya, infeksi kuman. Terutama infeksi bakteri yang dapat menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis, lemah dan mudah pecah. Selain itu, beberapa faktor risiko adalah:
Ø  Kehamilan kembar.
Ø  Ada riwayat persalinan kurang bulan sebelumnya.
Ø  Hubungan seksual yang kebersihannya tidak dijaga.
Ø  Perdarahan lewat jalan lahir.
Ø  pH (tingkat keasaman) vagina diatas 4,5.
Ø  Selaput ketuban tipis  yaitu kurang dari 39mm.
Ø  Kadar CRH (corticotrophin releasing hormone) maternal tinggi, misalnya pada ibu hamil yang stres.
Ø  Higiene yang kurang baik, misalnya keputihan dan infeksi vagina.
Ø  Hidroamnion atau jumlah cairan ketuban sangat banyak.
Ø  Kelainan mulut rahim seperti inkompeten serviks.

Bagaimana cara mengatasinya??
Sangat tergantung kondisi ibu dan kehamilannya, termasuk janin dan cairan ketuban.
  1. Jika jumlah cairan ketubannya masih cukup, maka dokter akan ‘menahan’agar janin tetap berada dalam rahim. Anda akan diberi obat-obatan untuk mematangkan paru-paru janin dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Anda juga diharuskan beristirahat total. Selama penanganan ini biasanya selaput ketuban akan menutup sendiri dan cairan ketuban yang terbuka akan terus dibentuk. Waktu pengakhiran kehamilan sangat tergantung pada ada tidaknya infeksi dan kondisi kesehatan janin itu sendiri.
  2. Jika cairan ketuban habis sama sekali, biasanya dokter akan segera mengeluarkan bayi lewat jalan operasi. Jika janin masih terlalu kecil, kelahiran ini akan berisiko tinggi, antara lain karena paru-parunya belum matang, sehingga bayi belum mampu bernapas secara normal di luar rahim. Ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini sebaiknya mencari rumah sakit dengan perawatan bayi kecil (NICU) yang baik.

Bisa dicegah??
Utamanya menghindari faktor risiko seperti:
Ø  Pemeriksaan kehamilan yang teratur.
Ø  Kebiasaan hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan yang sehat, minum cukup dan olahraga teratur.
Ø  Membiasakan diri membersihkan daerah kemaluan dengan benar, yaitu dari depan ke belakang terutama setelah berkemih atau buang air besar.
Ø  Memeriksakan diri ke dokter bila ada sesuatu yang tidak normal di daerah kemaluan. Misalnya keputihan yang berbau atau berwarna tidak seperti biasanya.
Ø  Sementara waktu berhenti melakukan hubungan seksual bila ada indikasi yang menyebabkan ketuban pecah dini, seperti mulut rahim yang lemah.
Ø  Mengkonsumsi 100 mg vitamin C secara teratur saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu.